Kamis, 01 Oktober 2020
Hama Tanaman Pepaya
Tertib Tanam Dalam Mendukung Keberhasilan Usaha Tani Padi
Keberhasilan usaha tani untuk mencapai peningkatan poduktivitas, disamping faktor sumber daya manusia sebagai pengelola lahan usaha tani, kondisi lingkungan sebagai faktor luar dalam mendukung produktivitas dari komodity yang dibudidayakan.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah desiplin anggota kelompok tani terhadap kesepakatan kelompok yang sudah ditentukan dalam musyawarah kelompok. Seperti misalnya waktu tanam yang sudah disepekati oleh anggota kelompok tani harus dijalankan sehingga dalam hamparan lahan di wilayah kelompok tani terwujud kondisi yang tertib tanam.
Kondisi lingkungan yang baik dan penanganan budidaya tanaman yang ramah lingkungan akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Kondisi tertib tanam ini secara berkelanjutan semoga dapat diterapkan oleh anggota kelompok unit Pertanian di Bumdes CANDI MULYA
Karena Manager Unit Pertanian secara desiplin menjalankan tugasnya dalam memantau perkembangan anggota kelompoknya untuk mentaati setiap kesepakatan yang telah diputuskan dalam musyawarah kelompok, dengan adanya bimbingan yang secara teratur sesuai dengan agenda kegiatan, sehingga adopsi inovasi teknologi dapat diterapkan oleh kelompok Unit Pertanian.
Semoga dengan keberadaan Bumdes di Unit Pertanian dapat menjadikan peningkatan produktivitas tanaman padi, sehingga untuk mencapai swasembada beras dapat tercapai di Desa Candinegara.
Budidaya Sayur Kangkung Lombok
Sayur Kangkung - Jenis tanaman sayuran daun air yang menetap kaya akan kandungan zat besi dengan family convolvulacea yaitu sayur kangkung. Dengan memiliki sistem perakaran tunggang dan cabang-cabangnya akar menyebar kesemua arah, dapat menembus tanah sampai kedalaman 60 hingga 100 cm, dan melebar secara mendatar pada radius 150 cm atau lebih, terutama pada jenis kangkung air. Tanaman kangkung (ipomoea aquatica forsk atau ipomoea reptans poir1) merupakan tanaman sayuran yang menjalar pada tanaman di sekitarnya dengan batang bulat dan berlubang, berbuku-buku, banyak mengandung air (herbacious) dari buku-bukunya mudah sekali keluar akar. Dengan memiliki percabangan batang banyak akan merayap (menjalar/membelit).
Sedangkan untuk tangkai daun melekat pada buku-buku batang dan di ketiak daunnya yang terdapat mata tunas tumbuh menjadi percabangan baru. Bentuk daun umumnya runcing ataupun tumpul, permukaan daun sebelah atas berwarna hijau tua, dan permukaan daun bagian bawah berwarna hijau muda. Pada pertumbuhanya tanaman kangkunga dapat berbunga berbentuk terompet daun mahkota berwarna putih/merah lembayung. Untuk buah kangkung sendiri berukuran 10 mm berbentuk bulat telur yang didalamnya berisi tiga butir biji dengan warna hijau (jika muda), hitam (jika tua). Dan untuk bentuk biji kangkung bersegi-segi tegak bulat berwarna cokelat kehitam-hitaman berkeping dua yang berfungsi sebagai alat perbanyak tanaman secara generatif.
Tanaman kangkung ini hampir diseluruh wilayah Indonesia dan Asia pada umumnya dapat tumbuh dengan baik, akan tetapi memiliki sifat dan rasa yang berbeda-beda. Sehingga menjadikan tanamn sayur kangkung murah, banyak dijumpai di pasar-pasar dan menjadikan faktor pendukung sebagai sayuran murah dan mudah ditemui. Namun tidak semua kangkung mempunyai kualitas dan rasa yang baik seperti kangkung asal daerah Lombok, Nusa Tenggara Barat. Secara umumnya kangkung lombok sangat mudah dikenali dari fisiknya yaitu bentuk yang tampak sangat gemuk hijau dan terlihat sangat segar, tidak elastis dan cepat patah. Sedangkan untuk panjangnya rata-rata bisa mencapai 30-40 cm yang dibudidaya lahan sawah atau pada aliran sungai dengan ketersedianan air mencukupi.
Pada lahan sawah dengan pengairan irigasi dari sawah merupakan kangkung dengan kualitas biasa (kualitas standar). Sedangkan pada areal aliran sungai tertentu atau areal tertentu yang memiliki sumber mata air, di areal daratan rendah kualitas bagus (hing quality). Kangkung jenis ini yang paling digemari oleh masyarakat karena memiliki rasa yang gurih renyah, batangnya lebih panjang, lebih hijau dan lebih muda. Adapun cara budidaya kangkung lombok antara lain:
Cara Tanam Stek
Tanaman kangkung dapat distek yang ditanam pada lahan irigasi lumpur kolam/sawah yang dangkal dengan jarak 25 x 25 cm atau 30 x 30 cm. dengan memberikan pupuk buatan yang disesuaikan antara 50 – 100 kg N/ha setelah tanam. Sedangkan pada areal tertentu/sungai stek kangkung tersebut diikat secara berantai berurutan yang disesuaikan tanpa melakukan pemupukan dengan sumber mata air terus mengalir.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman kangkung, untuk hama yang sering menyerang berupa ulat grayak (Spodoptera litura F), Kutu daun (Myzus persicae Sulz) dan Aphids gossypii),. Sedangkan untuk penyakit yang menyerang pada batang tanaman kangkung seperti penyakit karat putih yang disebabkan oleh Albugo ipomoea reptans. Gejala penyakit ini adanya pustul–pustule berupa bintik berwarna putih di sisi daun sebelah bawah batang. Dan apabila diperlukan gunakan pestisida yang benar–benar aman dan cepat terurai seperti pestisida biologi/pestisida nabati
Panen
Tanaman kangkung dapat panen dengan cara dipangkas pada ujungnya kurang lebih sekitar 20 cm dengan umur sekitar 2–3 bulan lebih sesuai dengan kondisi tanaman agar lebih banyak bercabang. Dalam pemangkasan panen ini, dapat dilanjutkan pemangkasan panen ujung cabang-cabangnya setiap satu/dua minggu sekali. Dapat menghasilkan 10–16 t/ha dalam satu tahun. Dan tanaman kangkung setelah berumur satu atau dua tahun lebih, maka dilakukan tanaman baru kembali.
Dalam melakukan budidaya tanaman sayur kangkung, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dan dapat mempengaruhi tanaman kangkung pertama iklim. Tanaman kangkung mempunyai daya adaptasi yang cukup luas terhadap kondisi iklim tropis. Kangkung dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik di dataran rendah sampai dataran tinggi (pegunungan) + 2000 mdpl, dan diutamakan lokasi lahanya terbagi atau sinar matahari yang cukup.
Kebutuhan sinar matahari untuk tanaman kangkung adalah 400-800 footcandles yang akan mempengaruhi pertumbuhan optimum. Oleh karena itu, kangkung dapat tumbuh pada lahan terbuka tetapi tidak terlalu panas.
Kedua yaitu pupuk, ada beberapa zat-zat yang sangat diperlukan tanaman dan seringkali kurang cukup terdapat di dalam tanah, terutama Nitrogen (N), Phosfor (P), dan Kalium (K). Apabila unsur tersebut dapat terpenuhi, maka pertumbuhan tanaman akan menjadi normal dan baik. Sebaliknya, apabila kekurangan atau kelebihan akan menunjukkan gejala-gejala kekurangwajaran atau abormal. Sedangkan untuk phosfor berperan penting dalam transfer energi dalam sel tanaman, misalnya ADP, ATP, berperan dalam pembentukan membran sel, sangat diperlukan untuk pembiakan generatif yakni pembentukan bunga serta bagian-bagianya.
Untuk kalium diserap oleh tanaman dalam bentuk ion K+. Tanah mengandung 400-500 kg kalium untuk setiap 93 m2. Kalium pada tanaman berperan sebagai efisiensi penggunaan air, untuk pertumbuhan zat tepung di dalam tanaman, meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit, daun buah dan buah tidak mudah lepas dari tangkainya, lebih tahan terhadap penyakit dan memperluas pertumbuhan akar.
Gejala kekurangan salah satu unsur hara pada tanaman disebut sebagai istilah defisiensi. Kekurangan unsur N pada tanaman mengakibatkan pertumbuhan tanaman yang kerdil dan daun akan mengalami gejala klorosis. kekurangan unsur P maka pemasakan buah terhambat. Kekurangan unsur K berakibat pada daun-daun yang paling bawah berwarna kuning, dan tanaman rentan terhadap penyakit.
Dalam tanaman kangkung terdapat berbagai kandungan vitamin A, vitamin B1, vitamin C, protein, kalsium, fosfor, zat besi, karoten, hentriakontan, dan sitosterol. Berdasarkan hasil penelitian, bahan-bahan tersebut sangat bermanfaat untuk mengobati berbagai gangguan kesehatan dan sebagai antiracun.
Tips Penyiapan Lahan Bercocok Tanam Jagung
Syarat Tumbuh - Tanaman jagung dapat tumbuh pada ketinggian ,50-1.800 m dpl. Tetapi ketinggian optimal adalah ,50- 600 m dpl. Untuk berproduksi secara secara optimal memerlukan tanah yang gembur, subur dan kaya akan unsur hara, aerasi dan draenase baik,kaya akan bahan organic dengan keasaman tanah [ pH ] antara 5,6-7,5.
Curah hujan yang dikehendaki adalah antara 1,000-2,500 mm/tahun,atau idealnya se-kitar ;85-200 mm/bulan, dengan penyinaran matahari ppenuh.Suhu udara yang dikehendaki antara 21-34 C, tetapi untuk pertumbuhan optimal –tanaman jagung menghedaki suhu antara 23- 27 C.
A. Penyiapan benih
Tanaman jagung diperbanyak dengan (benih). Mengingat sipatnya yang menyerbuk silang , benih yang digunakan harus memeliki sipat unggul, dan benih hibrida tidak dianjurkan untuk digunakan pertanaman berikutnya karena tidak unggul lagi. Maka Pertanaman berikutnya diharapkan menggunakan varitas unggul bersertipakat yang dijual di pasaran. Selanjutnya seleksi biji jagung untuk benih dilakukan dengan memperhatikan kondisi fisik biji jagng yang baik, sehat dan berbobot, betul-betul matang fisiologis, Daya tumbuh benih yang akan digunakan sekitar 90%, Kebutuhan benih untuk pertanaman jagung adalah antara 20-30 kg/ha.
B. Penyiapan Lahan
Tahapan persiapan lahan adalah :
1. Lahan dibersihkan dari sisa tanaman sebelumnya.
2. Tanah di olah dengan kedalaman antara 15-20 cm, dan di ratakan.
3. Untuk tanah dengan kandungan liat tinggi di lakukan pembuatan saluran draenase.
4. Setiap 3 m dibuat saluran draenase sepanjang barisan tanaman , lebar saluran 25-30 cm, ke dalaman 20 cm, atau di- lakukan penanaman diatas guludan .
5. Pada tanah bereaksi masam (pH <5), tanah dikapur (dosis 300kg/ha) dengan kapur disebar secara merata padabarisan tanaman, sekitar 1 bulan ssebelum tanaman.
C. Penanaman
1. Pola Penanaman
Berbagai macam pola tanam yang biasa diterapkan pada pada tanaman jagung, antara lain(a). Monokultur. (b) Tumpang sari . (c) tanaman sisipan. (d) tanaman campuran.
2. Waktu dan Cara Tanam
Jagung sebaiknya ditanam awal musim hujan atau menjelang musim kemarau . Populasi tanam umumnya antara 60.000-70.000 tanaman /ha, tergantung dari varitas yang ditanam . Apabila jenis yang ditanam adalah varitas genjah dapat ditanam hingga populasi tanaman ; 100.000 tanaman/ha. Dengan jarak tanaman yang dianjurkan antara barisan 75 atau 80 cm, dan jarak antara tanaman 20 atau 25 cm .
3. Setelah dilakukan pemupukan dasar, buatlah bedengan berukuran tinggi sekitar 5-10 cm dan lebar sekitar 30-40 cm dengan panjang menyesuaikan lahan. Pembuatan lubang tanaman dibuat dengan ke dalaman 3-5 cm dengan menggunakan tugal. Kemudian tiap lubang ditanami dengan benih 2-3 biji benih perlubang.









